Hikmah Nuzulul Qur’an
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Terdapat empat tempat dalam Al-Qur’an yang menerangkan masa turun Al-Qur’an, salah satunya adalah Surat Al-Qodr : 1-5 :
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
2. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.
Peristiwa bersejarah bagi umat islam sedunia untuk direnungkan yakni Nuzulul Qur’an. Sejarah telah mencatat ketika Nabi di Gua Hiro berkhalwat datanglah Malaikat Jibril dengan wujud aslinya dan memerintahkan kepada Nabi “Bacalah”, Jawab Nabi “ “Aku tidak bisa membaca”, Malaikat Jibril Merangkulnya sehingga Nabi sesak nafas, kemudian melepaskannya seraya berkata “Bacalah”.
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S. Al-Alaq : 1-5)
Khikmah yang dipetik :
Menyerukan kepada manusia untuk membaca, mempunyai arti perintah kepada manusia untuk mencerdaskan diri, untuk menjadi umat yang berilmu pengetahuan dan berkualitas. Karena membaca adalah salah satu jalan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan merupakan sarana untuk mencapai tingkat kualitas manusia. Tuntunan membaca bukan hanya terhadap apa yang tersurat tetapi juga apa yang tersirat. Membaca bukan hanya melihat melainkan termasuk di dalamnya tafakur, menyelidiki alam semesta, dan juga menyelidiki diri manusia dan makna kedipannya. Selain itu membaca bukan saja hanya untuk meningkatkan kualitas manusia sebagai pemikir dan berilmu pengetahuan dan berteknologi tinggi, tetapi juga untuk menumbuhkan sumber daya manusia sebagai subyek sekaligus obyek dalam kehidupan untuk mewujudkan kehidupan yang diridhai oleh Allah.
Seandainya tidak karena kalam, niscaya ilmu pengetahuan yang tidak terpelihara, banyak penelitian yang tidak tercatat, dan pengetahuan orang-orang dahulu pun tidak dapat dikenal oleh orang-orang sekarang. Demikian pula tanpa pena, tidak akan dapat diketahui sejarah orang-orang yang berbuat baik atau mereka yang berbuat jahat, untuk selanjutnya dijadikan pelajaran bagi generasi yang akan datang.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Isi khutbah jum'at
Selengkapnya...